Antara Guru dan Murid

Thursday, September 04, 2014 0 Comments A+ a-


Orang yang memberikan hatinya cenderung untuk memberikan pula kepalanya, Ujar Syekh Mukhlisin. Karena itu menjadi penting sekali bagi guru untuk terlebih dahulu mendapatkan hati para muridnya.

Murid yang sudah dapat memberikan hati kepada guru berkemungkinan besar dapat menyerap pelajaran2 dengan lebih cepat dan lebih baik. Mengapa? karena pada diri orang yang 'percaya', 'yang hormat'-- informasi dan data2 yang diucapkan guru akan lebih 'berbunyi' baginya. Murid 'yang percaya' akan menyerap data tanpa atau dengan meminimalisasi negasi (dalam pengertian yg negatif). Ia akan berlaku bagai gelas kosong yg bening, yang sedikit saja data/informasi masuk ke dalamnya akan memberi warna dan pengaruh signifikan begi perkembangan dirinya.

Bahkan ada ujar-ujar dalam tradisi sufi, bahwa berkhidmat kepada guru lebih penting ketimbang menuntut ilmu. Ini tidak berarti bahwa belajar menjadi tidak penting, tapi menegaskan bahwa berkhidmat kepada guru akan memberikan dampak yg sangat signifikan bagi tujuan menuntut ilmu/belajar itu sendiri, yaitu 'Keberkahan ilmu' dan 'manfaat ilmu'. Sebab apalah artinya menuntut ilmu jika murid tak mendapat 'berkah dan manfaat' karenanya.

namun memberikan hati bukan lah soal mudah. Hati hanya bisa didekati dan dikencani dengan hati. Berarti faktor 'niat yang bersih' dan 'ketulusan' mengajar dari guru amat berperan penting di sini. Ia adalah syarat utama. Fondasi bagi hubungan percintaan yang mesra antara guru dan murid. Selanjutnya, tentu saja faktor track record, pengalaman praktikal, keluasan wawasan dan pengetahuan, dan penguasaan keterampilan adalah syarat-syarat yg rasa2nya tak bisa ditawar jika guru ingin agar murid memberikan hati kepadanya.