Tahu Diri

Wednesday, February 18, 2015 0 Comments A+ a-



#pengajian rabu, 19 Februari 2015

Tolong Tahu Diri Sich

"Problem yang paling akut itu adalah GAK TAHU DIRI. kamu gak tahu posisimu, stasiunmu. Karena gak tahu posisimu maka kamu jadi buta--apa sebenernya fungsimu, peranmu, dalam game yang maha sibuk ini. kamu sangka driimu macan, padahal cuma kukang. kamu sangka kamu komodo, padahal cuma kadal. karena itu kamu harus diruqyah" ujar Syekh Mukhlisin sambil terus saja menepuk dan memukul2 punggung, ubun2, dan jidatku.

"Kamu sangka kamu sdh 'bisa', padahal kamu baru level 'tahu'. kamu sangka telah sampai pada 'Stasiun', padahal yang kamu temui baru bebagai 'Hal'. kamu pingin sekali semua orang tahu dan yakin kalau kamu keren, padahal sesungguhnya semua itu kamu lakukan untuk memberi tahu dan meyakinkan dirimu sendiri. perasaan minder dan gak pede-mu sdh sedemikian akut, sehingga kamu terus-menerus 'memperbesar' dirimu, yg kamu tahu dgn jujur, sesungguhnya amat cebol. " Sekarang Syekh Mukhlisin mulai menekan2 jempol kakiku.

"Masa mentalku separah itu, sich...?" gerutuku gak terima. " sok sufi....," ujarku dalam hati.

"Sok Sufi apa maksudmu! dikasih tahu kok ngedumel-dumel dalam hati. parah nampaknya jin bloon yg merasuk ke kamu ini. sini biar kugencet aja sekalian hidungnya! " Syekh Mukhlisin sekarang mulai menekan-nekan hidung dan mulutku.

"Kamu itu yang parah, Syekh!" aku berontak dan melepaskan diri. "Sudah tahu gua goblok dan gak tahu diri, kok malah pake dinasehatin lagi! kalau gua pinter, tentulah gua paham, mana orang yg bener2 pinter dan mana orang yg pura2 pinter atau merasa dirinya pinter! kalau gua sudah percaya diri, tentulah gua gak perlu repot2 minta dilihat dan dianggep! kamu kelihatannya yg perlu diruqyah, bukan gua! orang sdh gak logis kok diajak bicara pake logika. aneh! " terus aku ngeloyor pergi.

Syekh Mukhlisin tekanjat. Terduduk..

Setangkai daun pepaya jatuh ke wajahnya. Bau tahi kambing dari halaman belakang tetangga sebelah kontrakan menghampiri hidungnya bersama hujan.

Lahir di Lampung, 25 September 1980. alumni Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMB) Universitas Lampung, anggota Komite Teater Dewan Kesenian Lampung, dan Ketua Harian Komunitas Berkat Yakin (KoBER)-Lampung, Tahun 2014 melakukan studi dan riset ttg akting, cerita pendek dan novel. Berencana mendirikan KoBER's Writing School, dan Pusat Kajian Teater di Provinsi Lampung.